Dulu saya kira copywriting itu soal merangkai kata yang indah. Ternyata bukan. Copywriting yang baik membuat orang yang tepat merasa: ini untuk saya.
Di kelas Desainer Melek Marketing, saya merangkumnya menjadi sembilan pemicu mental. Saya tulis ulang di sini dengan contoh untuk jasa kreatif.
1. Rasa penasaran
Orang membaca kalimat berikutnya karena ingin tahu. Buka penawaranmu dengan pertanyaan atau temuan yang belum mereka ketahui.
2. Bukti nyata
Testimoni, portofolio, dan angka membuat klaim jadi bisa dipercaya. Satu hasil nyata lebih kuat dari sepuluh kata sifat.
3. Kelangkaan
Slot terbatas atau jadwal yang jelas membantu orang memutuskan. Pakai hanya jika memang benar terbatas.
4. Balas budi
Beri sesuatu yang berguna lebih dulu, seperti panduan singkat atau masukan gratis. Orang cenderung ingin membalas kebaikan.
5. Rasa sama
Orang membeli dari yang mirip dengan dirinya. Ceritakan latar belakangmu yang dekat dengan calon klien.
6. Keinginan untung
Tunjukkan apa yang klien dapat, bukan hanya apa yang kamu kerjakan.
7. Musuh bersama
Sebut masalah yang sama-sama kalian benci, misalnya desain yang bagus tapi tidak menjual.
8. Eksklusif
Penawaran untuk kelompok tertentu terasa lebih berharga daripada penawaran untuk semua orang.
9. Keaslian
Gaya dan suaramu sendiri adalah pembeda yang tidak bisa ditiru.
Cara memakainya
Jangan memakai kesembilannya sekaligus. Pilih dua atau tiga yang paling jujur menggambarkan jasamu, lalu ulangi di halaman penawaran, profil, dan pesan pertama ke calon klien.
Kalau bingung mulai dari mana, mulailah dari bukti nyata. Itu yang paling sering saya lihat mengubah hasil anggota kelas.